Tampilkan postingan dengan label Entrepreneur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entrepreneur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 April 2013

Biografi Jack Dorsey (Pendiri Twitter)

Jack Dorsey, Lahir di St Louis, Missouri tanggal 19 November 1976, merupakan salah satu dari tiga pendiri Twitter yaitu Biz Stone, Evan Willliams, dan Jack Dorseysendiri.

Jack Dorsey mulai tertarik pada dunia perangkat lunak (software) pada umur 14 tahun. Dia ingin menciptakan perangkat lunak Open Source aplikasi yang berhubungan dengan rute taksi dan kurir pengiriman. Ia mulai menekuni dunia programming saat masih sekolah di Bishop DuBourg High School. Setelah lulus, ia sekolah di Universitas New York. Ide untuk menciptakan twitter berawal dari keinginannya menciptakan sebuah situs yang menggabungkan cakupan luas piranti lunak pengirim dan keasyikan bertukar pesan pendek.

Setelah kuliah di University of Missouri dan di New York, ia pindah ke California. Pada saat itu, pesan instan benar-benar mulai luar biasa, dengan AOL Instant Messenger layanan yang sangat populer. Dorsey melihat hal ini dan bertanya-tanya apakah ia dapat menggabungkan ide-ide awalnya untuk menyediakan layanan pengiriman pesan status. “Bagaimana jika Anda dapat berbagi status Anda dengan semua teman-teman Anda benar-benar mudah, sehingga mereka tahu apa yang Anda lakukan, tapi Anda tidak ingin harus menulis seluruh blog entry atau Live Journal entry?”

Seiring berjalannya waktu dan Jack sedang sibuk bekerja pada sebuah solusi pengiriman berbasis web, ia menganggap apakah pesan teks SMS dapat dimasukkan ke dalam konsep pesan status interaktif. Kemudian Evan Williams, seorang mantan eksekutif Google, menyediakan dana investasi dan bersama-sama dengan Dorsey dan Stone untuk operasional twitter, Inc. Pada awal 2006 mereka sudah siap, tetapi tidak benar-benar memiliki strategi peluncuran yang aktif. Jejaring sosial Twitter akhirnya berhasil diluncurkan oleh Jack Dorsey dengan bantuan Biz Stone dan Evan Williams pada bulan Agustus tahun 2006 dengan alamatwww.twitter.com. Twitter termasuk layanan microblogging, karena hanya menyediakan 140 karakter per post. Berbeda dengan Blogger, Wordpress, dan Multiply yang memberikan kebebasan jumlah karakter per post.

Seperti jejaring sosial lainnya, Twitter diserbu oleh para calon anggotanya. Dorsey yang kewalahan ingin menfokuskan perhatiannya pada bisnis barunya tersebut. Dengan berat hati ia meninggalkan statusnya sebagai mahasiswa Universitas New York dan profesi sebelumnya yaitu sebagai programmer di sebuah layanan pengiriman kurir dan taksi. Hingga saat ini, jumlah anggota twitter melonjak drastis, karena semakin pentingnya berita dan teknologi.


Pendiri Twitter Ternyata Seorang Hacker 

Pendiri Twitter Jack Dorsey punya kisah unik sebelum membangun karier sebagai seorang teknopreneur. Jack menceritakan, sebelum mendirikan perusahaan, dia melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan bidang pengiriman terbesar dunia. "Saya masih kuliah saat itu. Dan saya ingin sekali bekerja di industri pengiriman," kata Dorsey, saat berbicara di acara Techonomy Detroit, seperti dikutip Venture Beat.

Tapi Dorsey melakukannya dengan cara unik. Dia meretas atauhacking ke dalam sistem email perusahaan untuk mendapatkan informasi lebih mendetail tentang pekerjaan tersebut.

Tapi saat mengecek situs milik perusahaan yang berbasis di New York itu, dia menemukan celah: tak ada informasi tentang kontak yang bisa dihubungi. "Kemudian saya menemukan lubang di server situs mereka dan menemukan email korporat. Saya kemudian mengirim email kepada petinggi di perusahaan itu dan mengatakan ada celah di lubang keamanan sistem mereka. Saya juga menjelaskan cara mengatasi masalah itu," ucap pria yang juga pendiri layanan transaksi online Square ini. Upaya Dorsey berhasil. Seminggu kemudian Jack Dorsey diterbangkan ke New York, dan diterima bekerja di perusahaan itu.

Hingga sekarang pun Dorsey mengaku masih terkesima dengan New York. Bukan rahasia pula kalau dia pernah bermimpi menjadi walikota New York. Dorsey memang tumbuh dengan mencintai kota dan peta. Kecintaan ini yang antara lain mendorong Dorsey menciptakan software untuk digunakan di industri pengiriman. Bahkan, salah satu software open source yang diciptakannya sampai saat ini masih digunakan di sejumlah perusahaan taksi.

sumber : http://biografi-center.blogspot.com/2011/03/jack-dorsey-pendiri-twitter.html,wikipedia, kaskus, http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/351005-pendiri-twitter-ternyata-seorang-hacker

Selasa, 09 April 2013

Biografi Richard Wall Founder Wall's (es Cream Wall's)


Hampir banyak orang pasti pernah mencicipi es cream, khususnya es cream Wall’s yang terkenal itu. Siapakah orang dibalik kesuksesan es cream Wall’s yang lezat itu, beliau adalah Richard Wall. Berikut ini biografi singkatnya.

Pada tahun 1786, Richard Wall membuka kios daging di Pasar St James, London. Dari menjual daging dan makanan olahan dari daging lainnya, ia mendapatkan reputasi sebagai penjagal babi terbaik. Pada tahun 1812, Richard menerima anugerah pertama Royal Appointment to George, dari Prince of Wales sebagai "Pemasok Babi," sampai masa pemerintahan Raja George III.

Pada 1817, anak pertama lahir dan diberi nama Thomas Wall, dan tahun 1824 lahir anak kedua, Eleanor, seorang perempuan. Bisnis Richard mengalami kemajuan sangat pesat, dan pada tahun 1834 dia pindah ke tempat baru di Jermyn Street 113. Namun, tak lama kemudian ia meninggal dunia dan meninggalkan Ann isterinya, dan seorang lelaki berusia 19 tahun untuk menjalankan bisnis bernama Ann Wall dan Son. Tak lama, Ann juga meninggal tak lama setelah kematian suaminya.

Pada usia 19, Thomas Wall mengambil kendali bisnis, ditambah dengan merawat adiknya selama 14 tahun lamanya. Setelah kelahiran putranya, Thomas Wall II, pada tahun 1846 ia
mendaftarkan bisnisnya dengan nama "Thomas Wall and Son Ltd". Thomas Wall II pun belajar atau magang dan bergabung dengan dewan perusahaan pada tahun 1870. Setelah putra kedua Frederick mengikuti jalan yang sama, nama perusahaan diubah pada tahun 1878 menjadi "Thomas Wall & Sons Ltd". Sepanjang periode ini, produk selalu mempertahankan mutu standar tingkat tinggi dan mendapat penghargaan yang diraih, sejumlah Royal Appointments dari Ratu Victoria, Raja Edward VII, Raja George IV dan Raja George V.

Namun bisnis selalu dihadapkan pada masalah di musim panas. Ketika penjualan daging, pai daging, dan sosis jatuh, perusahaan terpaksa harus merumahkan staf. Dipimpin oleh Thomas Wall II, ia mengusulkan untuk mengembangkan bisnis es krim pada tahun 1913 untuk menghindari 'lay offs'.Tapi awal Perang Dunia I rencana itu ditunda karena kelangkaan produk penunjang.Lalu Thomas Wall II memutuskan untuk pensiun, dan menjual bisnis pada tahun 1920 ke Mac Fisheries. Dana ini sendiri diakuisisi pada tahun 1922 bersama oleh Lever Brothers dan Margarin Unie, perusahaan pendiri Unilever.

Di bawah arahan Maxwell Holt, produksi es krim lalu dimulai pada 1922 di sebuah pabrik di Acton, London.Sebagaimana es krim berkembang dalam signifikansi, Unilever membagi perusahaan menjadi dua, T.Wall and Son (Ice Cream) Ltd dan T. Wall and Son (Meats) Ltd. Pada tahun 1959, keuntungan Wall's dua kali lipat dan membangun pabrik es krim di Gloucester, Inggris. Pada tahun 1981 Unilever, T. Wall and Son (Ice Cream) Ltd dan Birds Eye Foods Ltd bergabung untuk membentuk perusahaan Birds Eye Wall Ltd.

Unilever terus menggunakan merek untuk es krim di Inggris. Sementara sisanya (2006) menjadi pemimpin pasar di Inggris untuk produk 'tangan memegang' seperti Cornetto dan Magnum, dan nilai tambah produk yang dirancang agar dapat dikonsumsi di rumah, seperti Viennetta. Merk Wall's menghadapi persaingan yang berat dari merek supermarket besar dan Nestle (menyerap Rowntree dan merk Lyons Maid) dan produk es krim Mars spin-off. Wall's diperkenalkan di Pakistan pada awal 1995. Segera setelah peluncuran ice cream Wall's, Lever Brother membeli semua aset Ice Cream Polka, satu-satunya pesaing besar di Pakistan untuk es krim.


Selasa, 19 Maret 2013

Biografi Carl Zeiss

Carl Zeiss (lahir 11 September 1816 – meninggal 3 Desember 1888 pada umur 72 tahun) adalah seorang ahli optik asal Jerman yang mendirikan perusahaan berdasarkan namanya yaitu, Carl Zeiss Jena (sekarang: Carl Zeiss AG). Zeiss memberikan kontribusi yang besar pada perkembangan pembuatan lensa modern. Pria yang dibesarkan di Weimar, Jerman ini mulai dikenal ketika beliau membuat lensa yang mempunyai aperture lebar, dengan aperture yang lebar ini gambar yang ditampilkan melalui lensa menjadi sangat jernih. Penemuan ini terjadi di Jena di sebuah workshop pribadi dimana Zeiss memulai karier dalam bidang optikal. Pada awal Carl Zeiss AG berdiri hanya memproduksi lensa untuk mikroskop, tapi setelah kamera ditemukan, perusahaan ini memproduksi juga lensa berkualitas tinggi untuk kamera.

Sejarah Perkembangan Perusahaan Carl Zeiss AG
Dari sebuah bengkel kecil di kota Jena, negara bagian Thuringia, Jerman, Carl Zeiss AG kini menjadi sebuah ikon lensa dengan jumlah karyawan lebih dari 20 ribu orang.


Semua ini berawal pada 17 November 1846, Carl Zeiss, 30 tahun, membuka bengkel optik kecil di Jalan Neugasse no.7. Zeiss, lulusan University of Jena, menjadi pendiri sekaligus satu-satunya karyawan.


Hanya dalam beberapa bulan, Zeiss sudah mendapat beberapa klien yang memesan rupa-rupa peralatan optik-teleskop, kaca mata, alat gambar-atau memintanya memperbaiki perkakas mereka. Melihat bisnisnya terus tumbuh, setahun kemudian Zeiss merekrut dua karyawan magang dan menyewa bengkel lebih besar di Jalan Wagnergasse No. 34.


Atas saran dari dosen di University of Jena, Mattias Jacob Schleiden, Zeiss fokus menggarap bisnis mikroskop. Pada September 1847, bengkel Carl Zeiss berhasil membuat mikroskop berdaya rendah (low-power microscope) pertama. Pada tahun pertama, dia berhasil menjual 23 mikroskop. 


Tak puas dengan mikroskop berdaya rendah, Zeiss mulai mengembangkan kemampuan untuk membuat mikroskop majemuk yang lebih rumit, dengan kemampuan pembesaran lebih tinggi, dan yang pasti, lebih mahal harganya. Mikroskop majemuk menggunakan beberapa lensa sekaligus. Order ke bengkel Zeiss pun terus mengalir.


Sadar bahwa perusahaannya perlu fondasi inovasi dan ilmiah lebih kuat, Zeiss membujuk Dr. Ernst Ebbe, dosen matematika di University of Jenna, bergabung dengan perusahaannya. Pilihan Zeiss tak salah. Atas bantuan Dr. Ebbe, Zeiss berhasil memperbaiki proses pembuatan lensa. Dr. Ebbe pula yang menemukan formula untuk meningkatkan ketajaman gambar di sekitar poros optikal. Ketika Carl Zeiss meninggal pada 1888, Ernst Ebbe yang memegang kendali atas perusahaan Carl Zeiss.

Paul Rudolph yang berjasa bagi Carl Zeiss sehingga reputasinya sebagai pembuat lensa fotografi mendunia. Pada 1890, Paul merancang lensa asimetris yang sering dikenal dengan nama Anastigmat. Ada tiga seri lensa ini yakni seri III, IV dan V. Belakangan tiga seri lensa ini lebih dikenal dengan nama Protar.

Selain memproduksi sendiri lensa-lensanya, Zeiss juga memberikan lisensi kepada pembuta lensa lain seperti Hasselblad, Yashica, Voigtländer, Bausch & Lomb, Ross, Koristka, Krauss, Kodak, Sony, dan sebagainya, untuk memanfaatkan teknologi lensa dari kota Jena ini.

Lensa-lensa Carl Zeiss ini dipakai untuk pelbagai keperluan, mulai dari lensa kaca mata, lensa mikroskop, teropong, teleskop, peralatan militer, hingga kamera. Saat ini, misalnya, Zeiss sedang merancang lensa optik untuk teleskop James Webb Space yang bakal menggantikan teleskop Hubble Space.


Di ponsel, pada 27 April 2005, Carl Zeiss AG sepakat dengan Nokia untuk memasok lensa kamera di ponsel Nokia N90. Spesifikasi kamera Nokia N90 ini bisa dibilang salah satu yang paling unggul kala itu. Namun sungguh sayang, seperti penilaian Cnet dan GSMArena, ukuran ponsel ini kelewat besar dan harganya sangat mahal, sekitar Rp 9 juta.


Pada Mei 2012 kemarin, Carl Zeiss AG dan Nokia kembali memperbarui kerjasamanya untuk beerapa tahun lagi. Zeiss akan menjadi pemasok setia untuk ponsel-ponsel kelas atas Nokia seperti Nokia Lumia 900 dan Nokia 808 PureView. 


Simak penilaian TechRadar soal kualitas kamera Lumia 900. "Kontras dan saturasi warna di atas rata-rata kamera ponsel. Kualitas gambar di luar ruangan juga sangat bagus ketika matahari bersinar terik," TechRadar menulis. "Tapi hasil foto dalam ruangan mengecewakan. Lampu kilat Lumia 900 juga tak banyak membantu, menghasilkan banyak red eye."

Majalah Wired juga memberikan kesimpulan serupa. Dengan lensa dari Carl Zeiss, harapan terhadap kualitas foto dari kamera Lumia 900 sangat tinggi. "Tapi detail foto tak sebagus seharusnya. Kamera ini juga bermasalah dalam urusan pencahayaan." Pada akhirnya, kamera bukan semata lensa, tapi banyak komponen lain yang menentukan mutu sebuah foto.


Tentang Carl Zeiss

Carl Zeiss AG adalah sebuah perusahaan Jerman yang memproduksi sistem optik, alat ukur industri dan peralatan medis, didirikan di Jena, Jerman pada tahun 1846 oleh Carl Zeiss, Ernst Abbe, dan Otto Schott. Perusahaan ini sekarang terdiri dari dua bagian, yaitu Carl Zeiss AG yang berlokasi di Oberkochen bersama dengan beberapa anak perusahaan di Aalen, Göttingen dan München; dan Carl Zeiss GmbH yang berlokasi di Jena.

Nama perusahaan ini diambil dari nama pendirinya yaitu Carl Zeiss (1816–1888) yang tak lain adalah seorang ahli kacamata/optik.

Carl Zeiss adalah perusahaan utama dari Zeiss Gruppe, yang merupakan salah satu dari dua divisi besar Carl-Zeiss-Stiftung. Zeiss Gruppe terletak di Heidenheim dan Jena.Divisi lain dari yayasan Carl Zeiss adalah Schott AG dan Jenaer Glaswerk yang memproduksi kaca, dua perusahaan ini terletak di Mainz dan Jena.

Carl Zeiss merupakan salah satu perusahaan optik tertua di dunia yang masih beroperasi.

Reputasi
Meskipun sudah melebihi 100 tahun, Zeiss tetap diasosiasikan dengan lensa optikal berkualitas tinggi (dan dengan demikian berarti mahal). Lensa Zeiss biasanya dianggap elegan (misalnya lensa Tessar), dibuat dengan baik (bagian metal tetap mendominasi di saat penggunaan bahan plastik semakin menjamur), sehingga menghasilkan gambar-gambar berkualitas tinggi. Zeiss yakin bahwa lensa buatan mereka sangat tajam "luas terbuka" (maksudnya saat digunakan dengan apertur maksimal, karena lensa-lensa biasanya menghasilkan gambar tertajam menggunakan apertur yang kecil, sekitar batas pertengahan tergantung formatnya).

Lisensi Zeiss membolehkan teknlogi mereka diproduksi oleh perusahaan pihak ketiga dan hal ini telah dilakukan oleh banyak perusahaan seperti Kyocera yang telah disebutkan sebelumnya, Hasselblad (ia sendiri merupakan perusahaan besar), Rollei, Sony dan Alpa. Yang jelas-jelas absen dari daftar ini adalah Canon dan Nikon, karena mereka memproduksi lensa mereka sendiri.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Carl_Zeiss
http://www.kaskus.co.id/post/51447f038327cf1125000002#post51447f038327cf1125000002



Senin, 18 Maret 2013

Biografi Levi Strauss (Pencipta Celana Jeans)

Celana Jeans menjadi trend orang modern saat ini, tetapi tahukah anda bahwa celana jeans dulunya adalah celana yang hanya dipakai oleh para pekerja tambang di Amerika Serikat? Di mana celana ini dahulunya menunjukkan status pemakainya, sehingga disebut pernah mendapat julukan "celana kelas pekerja. 

Ialah seorang yang bernama Levi Strauss yang memulai cerita ini, seorang pemuda berumur 20 tahun yang berasal dari Bavaria (Jerman), Eropa. Strauss berangkat ke San Fancisco pada tahun 1847 dengan bermodal beberapa potong tekstil yang akan dijual ke Barat. Pada saat itu di Amerika sedang demam tambang emas, dan Strauss mencoba peruntungannya dengan menjual tekstilnya kepada para penambang emas. Strauss berhasil menjual seluruh barangnya kecuali tenda-tenda yang terbuat dari kanvas.


Kemudian dari sisa potongan kanvas tersebut, Strauss membuat beberapa potong celana untuk kemudian dijual kembali kepada para pekerja tambang. Dan ternyata para pekerja tambang tersebut menyukai celana kanvas buatan Strauss, hal ini disebabkan celana kanvas tahan lama, tidak mudah rusak ataupun sobek. Karena celana kanvas buatan Strauss laku keras, ia mulai berimprovisasi dengan menggunakan bahan yang lain yang ia pesan dari Genoa, Italia. Para pemintal di Genoa menyebut bahan yang ia pesan tersebut dengan nama “genes” dan oleh Strauss diubah menjadi “ bluejeans” setelah ia mencelupnya dengan warna indigo.


Dari sinilah Strauss mulai memproduksi calana jeans dalam jumlah yang banyak, dan para penambang pun ketagihan dengan celana buatan Strauss hingga muncul istilah “those pants of Levi’s” (celana si Levi). Setelah itu tercetuslah merk dagang bernama “Levi’s”, yang merupakan merk dagang celana jeans pertama di dunia.


Dalam waktu singkat celana Levi’s menjadi celana resmi para penambang, dan celana ini kian popular di kalangan pekerja tambang, Sehingga akhirnya menjadi simbol status ekonomi yang diasosiasikan dengan celana kelas pekerja. Di tahun 1920, Levi’s Waist Overalls menjadi produk celana kerja yang paling laku di bagian Selatan Amerika, dan walau sekarang bahannya sudah digantikan dengan denim namun banyak orang masih menyebutnya sebagai celana jeans.


Popularitas jeans semakin melebar setelah adanya film cowboy pada tahun 1930-an, film ini sangat mendongkrak kepopuleran jeans dikarenakan para pemain pada film cowboy menggunakan bahan jeans untuk kostumnya. Dalam waktu yang relatif singkat para lelaki baik tua maupun muda berusaha meniru jagoan mereka dengan ikut mengenakan jeans. Jeans naik daun kala itu dan membuat citra jeans yang dulu hanya menjadi celana kelas pekerja menjadi sebuah simbol penampilan yang casual.

Penggunaan jeans semakin meluas pada masa perang dunia, dimana para serdadu Amerika kala itu mengenakannya sebagai seragam selagi tidak bertugas. Dan setelah perang dunia lebih tepatnya pada tahun 1950-an jeans mendadak menjadi ”must have item” di kalangan anak muda Amerika, hal ini dipicu karena penampilan artis James Dean yang terlihat keren dengan jeansnya dan menciptakan trend baru di kalangan anak muda. Trend kembali bergulir di tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Gaya hidup menggelandang ala hippy menciptakan kreasi baru. Gadis-gadis hippy suka mengenakan jeans yang dihiasi dengan sulaman atau lukisan cat.


Dan cerita jeans tidak berhenti di situ, jeans benar-benar menjadi trend berkualitas setelah pada tahun 1980-an para perancang top dunia seperti Armani, Klein dan Versace mulai mengangkat jeans sebagai bahan yang bisa tampil anggun dengan rancangan mereka. Kini penggunaan jeans benar-benar meluas dan bahkan telah sampai untuk seragam santai (dress down friday) yang biasa digunakan setiap jum’at untuk ke kantor.


Saat ini jeans telah menjadi bagian dari kehidupan kita, dan tidak hanya dimonopoli oleh kalangan pekerja tambang seperti pada zaman dahulu. Kini jeans telah benar-benar dapat masuk ke seluruh kalangan masyarakat tanpa memadang statusnya. Dan secara tidak langsung Levi Strauss telah menciptakan sejarah pada peradaban manusia, yakni menciptakan sebuah trend mode yang mampu diterima oleh semua kalangan. Tidak salah jika Levi Strauss menjadi sebuah legenda hidup yang akan selalu diingat di dunia fashion.


Fungsi Saku Kecil Pada Celana Jeans
Karena diperuntukkan bagi para penambang, saku ini tentu bukan untuk bergaya-ria. Tetapi saku imut-imut ini dirancang untuk menyimpan butiran-butiran emas yang berukuran kecil. Meski kini jeans diproduksi dalam berbagai merek dan bukan hanya untuk para penambang, tetapi saku imut-imut itu masih tetap ada. Tentu saja sekarang fungsinya sekarang tidak lagi digunakan sebagai tempat menyimpan butiran emas.

Jika tak menggunakan saku kecil itu untuk menyipan butiran emas pecinta jeans tentu saja dapat menggunakannya sebagai tempat menyimpan barang-barang kecil, misalkan saja uang receh/koin, atau selembar kertas kecil penting yang memang perlu disisihkan di tempat yang khusus. 


Sumber : kaskus

http://forum.kompas.com/teras/44723-misteri-saku-kecil-pada-celana-jeans-tahukah-anda.html


Rabu, 13 Maret 2013

Biografi Blake Ross (Pembuat Browser Mozila Firefox)

Blake Ross adalah pemuda jenius yang menciptakan Mozilla, fasilitas penjelajah internet. Mozilla diluncurkan untuk umum pada November 2004. Saat itu, usia Blake baru 19 tahun! Mozilla kemudian digabungkan dengan Firefox, program yang diciptakannya bersama Dave Hyatt. Maka, setelah itu, namanya menjadi Mozilla Firefox. Dengan cepat, Mozilla Firefox diterima para pengguna internet di dunia. Ia, antara lain, dinilai lebih aman dan mudah dipakai (dibandingkan dengan para kompetitornya). Ia juga dinilai mampu merebut sebagian pasar fasilitas penjelajah internet, yang selama ini dikuasai oleh Microsoft Internet Explorer.


Banyak orang memuji kesuksesan Blake Ross

Direktur engineering Yayasan Mozilla, Chris Hoffman, mengatakan, "Dalam dunia 'Open Source', posisi seseorang tergantung pada keahliannya. Dan Blake Ross memiliki semua keahlian yang dibutuhkan." Firefox telah mendapatkan perhatian yang sangat besar. Versi awal 1,0 dan terbarunya versi 3,53 semakin komlit, tuntaskan permasalahan..



Blake Aaron Ross (23 tahun/AS)

Blake Ross adalah pemuda jenius yang menciptakan Mozilla, fasilitas penjelajah internet. Mozilla diluncurkan untuk umum pada November 2004. Saat itu, usia Blake baru 19 tahun! Mozilla kemudian digabungkan dengan Firefox, program yang diciptakannya bersama Dave Hyatt. Maka, setelah itu, namanya menjadi Mozilla Firefox. Dengan cepat, Mozilla Firefox diterima para pengguna internet di dunia. Ia, antara lain, dinilai lebih aman dan mudah dipakai (dibandingkan dengan para kompetitornya).

Ia juga dinilai mampu merebut sebagian pasar fasilitas penjelajah internet, yang selama ini dikuasai oleh Microsoft Internet Explorer. Banyak orang memuji kesuksesan Blake Ross. Direktur engineering Yayasan Mozilla, Chris Hoffman, mengatakan, Dalam dunia 'Open Source', posisi seseorang tergantung pada keahliannya. Dan Blake Ross memiliki semua keahlian yang dibutuhkan. Mozilla Firefox (aslinya bernama Phoenix dan kemudian untuk sesaat dikenal sebagai Mozilla Firebird) adalah penjelajah web antar-platform gratis yang dikembangkan olehYayasan Mozilla dan ratusan sukarelawan. Versi 1.0-nya dirilis pada 9 November 2004. Dalam sejarahnya, Mozilla pada awalnya digunakan sebagai code name browser web Netscape Navigator. Jamie Zawinski, seorang pegawai Netscape CommunicationsCorporation kemudian memberikan ide nama Mosaic killer

Nama "killer" lebih popular diucapkan dengan kata "killa", yang kemudian berubah menjadi "illa". Kemudiandigabungkan dengan Mosaic menjadi Moz+illa, dan Zawinski berharap dengan nama tersebutdapat menempatkan Mosaic menjadi browser yang popular.Mozilla adalah mascot dari Netscape Communications Corporation, yang dulunya dikenaldengan nama Mosaic Communications Corporation.

Maskot Mozilla ini memiliki beberapa bentuk termasuk astronot memakai helm atau spaceman, namun lambang mascot yang dipilih adalah gambar seperti monster fiksi klasik, Godzilla, yang didesain oleh Dave Titus tahun 1994. Mozilla merupakan fitur dari website Netscape, kemudian Mozilla berlanjut untuk digunakan di dalam Netscape, yang digambar di T-shirt untuk dipakai semua staff atau pekerja seni yang ada dikampus Netscpae, Mountain View,untuk browser-nya mozilla firefox memakai maskot serigala

Mozilla identik dengan software gratis atau open source project yang dibuat ketika membuat Internet suite generasi berikutnya untuk Netscape. Mozilla Organization dibangun pada tahun 1998 untuk membuat Internet suite baru, dan kemudian menjadi Mozilla Foundation.

Lalu Mozilla Foundation yang akan membuat dan me-maintain browser Mozilla Firefox dana plikasi email Mozilla Thunderbird. Trademark Mozilla telah diresmikan oleh Mozilla Foundation pada tahun 2006.Pada Agustus 2005, Mozilla Foundation mengumumkan akan membuat Mozilla Corporation,yang menjadi perusahaan profit Mozilla Foundation, yang kemudian berfokus untuk meluncurkan Firefox ke user. Software Mozilla seperti Firefox, Thunderbird, SeaMonkey,Bugzilla, Camino, Sunbird, Minimo, Flock, Songbird

Kelemahan dan Kelebihan Mozilla Firefox
Mozilla Firefox adalah sebuah browser yang nyaman dan mudah digunakan memiliki fitur canggih seperti integrated search toolbars and tabbed browsing. Kelebihan utama dibandingkan browsers lainnya, adalah: Ukuran aplikasi yang relative kecil,Mendukung berbagai jenis jalan pintas untuk aksi, baik yang berupa tombol pintasmisalnya Ctrl+T untuk membuka tab baru maupun gerakan mouse pintas (mousegesture).

Misalnya menekan tombol kanan mouse sambil menggeser mouse ke kirimenuju halaman sebelumnya.Penghentian pop up, yang secara otomatis telah terintegrasi dalam penginstalan awal.Mampu mematahkan pembatasan aksi pengguna, misalnya penyembunyian status bar atau penguncian browser, sehingga pengguna tidak dapat memperbesar ataumemperkecil ukuran browser.Penampilan halaman yang lebih lapang dengan area toolbar lebih ringkas. Fitur organisasi, bookmark, yang mampu mengorganisasi beberapa tab sekaligus.

Tampilan browser dapat dikustomisasi menggunakan skin.Fitur menjelajah internet dengan tab. Fitur demikian akan memungkinkan penggunauntuk membuka beberapa URL sekaligus dalam satu jendela browser.Hasil cetak halaman secara otomatis diperkecil, sehingga tidak terpotong.Lebih aman, tidak ada lubang-lubang sekuritas.


MOZILLA FIREFOX JUGA MEMPUNYAI KELEMAHAN
 

Waktu proses halaman situs tertentu lebih lambat, diperkirakan karena masalah kompatibilitas atau kesesuaian antara pengkodean halaman situs dengan browser Mozilla Firefox Tidak terintegrasi dengan Outlook maupun Outlook Express, beberapa fasilitas e-mail tidak bekerja dengan baik, seperti melihat e-mail HTML maupun membuka link langsung dari e-mail di Outlook.

Tidak mendukung sinkronisasi dengan Pocket PC Windows dan sinkronisasi USB-cradle, misalnya untuk men-download web calendar. Terdapat perbedaan penampilan halaman situs, terlebih apabila halaman situs dirancang untuk menampilkan halaman tersebut dengan benar. Instalasi plug-in tidak semudah pada Browser lain seperti IE misalnya untuk menginstal Flash Player, Shockwave, Java Virtual Matchine diperlukan instalasi secara manual(tidak otomatis). Firefox juga tidak mendukung instalasi aplikasi Microsoft secaraonline, misalnya aktivasi Microsoft Reader. Beberapa formulir online tidak merespon penekanan tombol Enter sebagai jalan pintas untuk menekan tombol "submit" di layar.

dikutip dari berbagai sumber

Sejarah Berdirinya Perusahaan Rip Curl

Olahraga adalah salah satu kegiatan yang menjadi pusat perhatian masyarakat dunia dimana hampir semua golongan masyarakat melakukannya.Dalam suatu olahraga, perlengkapan olahraga adalah penunjang yang menjadi prioritas utama.Ripcurl hadir sebagai salah satu dari sekian banyak perusahaan yang menyediakan berbagai perlengkapan olahraga.

Bagi anda yang hobi berolahraga khususnya olahraga air dan olahraga ekstrem lainnya, produk-produk yang dicipakan Ripcurl bisa jadi bukan lagi sesuatu yang asing.Pencarian peralatan olahraga yang dapat menunjang kenyamanan anda dalam melakukan kegiatan olahraga tentu merupakan suatu kebutuhan yang penting.Peralatan yang berkualitas dan memadai akan membuat kegiatan berolahraga anda menjadi sangat menyenangkan.Ripcurl pun mencoba mengambil hati para para pencinta olahraga khususnya olahraga air.Ripcurl juga mulai memproduksi barang-barang lain, salah satunya adalah kaos.

Tahun 1969 adalah tahun yang bersejarah bagi perusahaan Ripcurl, di tahun inilah Ripcurl berdiri bersama dengan mendaratnya Neil Amstrong ke bulan.Pada tahun tersebut, olahraga surfing menjadi salah satu hal yang dibicarakan oleh masyarakat Australia.Olahraga surfing atau bisa disebut berselancar menjadi sebuah olahraga yang banyak diminati dan berkembang di negara tersebut.

Produsen penyedia berbagai perlengkapan olahraga air itupun mulai banyak berkembang.Dua tahun sebelumnya, pada tahun 1967, sebuah dewan revolusi singkat atau masyarakat Australia mengenalnya dengan istilah The Short Board Revolution telah melahirkan berbagai experimen mengenai desain-desain papan selancar dan teknik bagaimana berselancar dengan baik.

Pada saat itu, di kawasanVictoria yang beriklim dingin terjadilah proses pembangunan sebuah perusahaan pembuatan berbagai perlengkapan untuk berselancar bernama Ripcurl.Kawasan tersebut adalah tempat berlakunya berbagai keseriusan masyarakat Australia dalam mendesain papan selancar serta mempelajari teknik berselancar dengan baik.Namun kawasan dingin seperti itu ternyata tidak cukup baik untuk membangun semangat para perselancar.

Dua orang tokoh yang berdiri di balik keberhasilan Ripcurl hingga saat ini adalah Charlie Sartlett dan Brian Singer.Mereka adalah dua orang penduduk asli Torquay, sebuah kawasan di Australia yang dekat dengan daerah pantai.Mereka adalah dua perselancar muda pencetus berdirinya perusahaan Ripcurl ini.Berada di kawasan pinggir pantai membuat dua orang tersebut menjadi perselancar yang tangguh.Mereka sama sekali jauh dari kehidupan hingga bingar di tengah kota Australia.Baru setelah hal-hal yang berhubungan dengan dunia perselancaran, kawasan di sekitar tempat mereka mulai banyak dikunjungi.Kawasan pinggir pantai Australia menjadi tempat favorit bagi sebagian masyarakat di sana.

Dalam euforia antuasiasme serta inovasi yang dibarengi dengan kualitas serta keahlian teknis dalam pembuatan papan selancar, Ripcurl masih masih konsisten menghasilkan berbagai barang yang hanya akan dipasarkan secara lokal.Pada tahun 1970, Ripcurl menyewa sebuah rumah tua di Torquay.Kerjasama skala kecilpun mulai mulai dilakukan, Ripcurl berkerjasama dengan banyak pihak dan mulai memperbanyak jumlah karyawannya.Barang produksi dari Ripcurl pun bertambah.Selain papan selancar yang terkenal revolusioner, Ripcurl juga memproduksi pakaian selam yang terbuat dari karet.

Biografi Charles Goodyear (Pendiri Perusahaan Goodyear)

Charles Goodyear adalah seorang warganegara Amerika kelahiran Philadelphia yang telah berhasil mengolah getah karet menjadi benda yang amat penting bagi setiap kendaraan. Pengendara sepeda, pengemudi becak, pemilik mobil atau pilot pesawat terbang sudah selayaknya mengucapkan terimakasih atas jasa-jasanya yang amat besar. Ia mengolah kami dari kepingan-kepingan karet hingga menjadi benda yang amat berguna. Begini cerita Kami getah karet:

Sekitar tahun 1830 perindustrian karet di Amerika menarik perhatian rakyat. Dapatlah dikatakan, di kala itu rakyat Amerika sedang demam karet. Tiap orang terpesona oleh getah yang keluar dari tubuh kami. Tetapi tak terduga-duga sedikitpun, kami dicemoohkan. Apa sebabnya? Ketika itu barang-barang yang dibuat dari karet menjadi amat keras di musim salju dan menjadi lengket kalau musim pabas. Rakyat Amerika marah, seakan-akan mereka ditipu oleh pabrik karet yang bernama Roxbury India Rubber Co. Tiap hari berpuluh-puluh macam barang yang dibuat dari karet dikembalikan ke pabrik itu. Caci maki yang menodai nama pabrik berkumandang setiap hari.

Pada suatu hari sang Direktur memeriksa keadaan pabriknya. Setengah putus asa ia memerintahkan supaya sejumlah besar karet yang telah lengket dan berharga tak kurang dari dua puluh ribu dollar itu dipendam dalam lubang raksasa. Di kala itu rata-rata pabrik-pabrik karet hanya dapat bertahan hidupnya tak lebih dari 5 tahun. Suatu kerugian besar bagi penanam-penanam modal.

Di kala rakyat sudah tak mau lagi mempedulikan barang-barang yang dibuat dari karet, muncullah seorang pedagang besi yang sudah bangkrut, yaitu Charles Goodyear. Hatinya tertarik juga akan keajaiban getah kami. Dan rupanya ia ingin mengadu nasibnya membuat sendiri barang-barang dari karet.

Pertama-tama ia membuat pentil. Sayang sekali usahanya yang pertama ini gagal karena tak laku. Terpaksa ia harus pulang ke kota kelahirannya, Philadelphia. Namun semangat usahanya walaupun hasil usahanya sendiri tak laku, tak kunjung padam. Ia hanya heran mengapa orang-orang tak mau membeli pentilnya, padahal benda itu banyak gunanya.

Nasib si Charles betul-betul sedang sial. Menjadi pedagang besi bangkrut, berdagang karet tak laku dan di tempat kelahirannya pun ia mengalami nasib lebih buruk lagi. Ia ditangkap dan dipenjarakan karena tak mampu lagi melunasi hutang-hutangnya. Setelah beberapa hari mendekam dalam sel penjara ia minta kepada istrinya supaya dikirimkan beberapa bungkal karet mentah. Ia bertekad selama berada di dalam penjara akan mengadakan percobaan-percobaan dengan karet mentah itu. Setelah menerima sebungkal karet yang masih mentah sama sekali, ia mulai mengadakan percobaan. Berjam-jam ia duduk di bangku kecil sambil meremas-remas bungkalan karet. Dalam pikirannya muncul suatu pertanyaan yang membesarkan hatinya. Jika sifat karet ini rekat mengapa tidak bisa diberi campuran serbuk untuk menghisap kerekatan itu? Di saat itu juga ia teringat akan serbuk magnesia yang amat halus seperti bedak. Ia terus mengadakan percobaan sambil menunggu waktu dibebaskan dari penjara.

Setelah keluar dari penjara ia mencoba mempraktekkan hasil penemuannya. Dengan bantuan bekas teman sekolahnya, istrinya dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil ia membuat beberapa pasang sepatu karet. Usahanya mulai kelihatan hasilnya. Tetapi kegembiraannya cepat sekali berganti dengan kesedihan. Sebab, sebelum sepatunya dapat dijual, tiba musim panas. Semua sepatu berubah lagi bentuknya menjadi bungkalan karet yang amat lengket.

Temannya, istri dan anak-anaknya bingung. Tetapi Charles Goodyear tenang saja menghadapi kejadian yang aneh itu. Sekarang ia akan mencampurkan dalam karet yang meleleh itu dua macam zat pengering, yaitu serbuk magnesia dan kapur sirih. Setelah adonan tercampur benar-benar, kemudian dimasak sampai mendidih. Apa hasilnya? Karet itu tak meleleh lagi walau hari amat panas. Beberapa hari kemudian hasil percobaannya itu diberi aneka macam warna yang menarik. Pada suatu hari ia kan mengadakan sati percobaan lagi. Karena kehabisan bahan, terpaksa ia mengambil benda contoh yang lama. Untuk menghilangkan warna perunggu, ia mencoba membubuhi asam sendawa. Di luar dugaannya sama sekali, warna itu tidak hilang, malah menjadi hitam pekat. Tanpa dipikir panjang lagi sebungkal karet hitam itu dibuang ke keranjang sampah. Tiga hari kemudian ia teringat lagi dengan benda hitam yang dibuangnya ke keranjang sampah. Ia berpikir sejenak setelah ia ingat dan sadari bungkalan karet yang dicampur dengan asam sendawa itu sifatnya berubah menjadi lebih halus. Akhirnya benda yang telah dibuang itu dicari lagi. Benar juga apa yang dipikirkannya. Bungkalan karet itu menjadi lebih halus dan kering seperti kain. Mulailah terbuka pikirannya, bahwa karet betul-betul dapat dijadikan aneka macam barang yang amat berguna bagi manusia. Sekarang ia ingin mempraktekkan hasil percobaannya dengan sungguh-sungguh. Ia ingin membuktikan, bahwa karet dapat dimanfaatkan menjadi barang-barang yang berharga.

Baru saja seorang pengusaha di New York berjanji akan memberikan bantuan uang untuk usahanya, pada tahun 1873 Amerika dilanda krisis keuangan. Hancurlah semua usaha dan angan-angannya. Dengan perasaan kecewa, akhirnya pindahlah, keluarga Goodyear ke pabrik karet yang sudah kosong di Staten Island. Di sana ia hidup dari menangkap ikan. Tentu saja penghasilan yang diperolehnya tidak mencukupi untuk makan sekeluarga. Lima tahun lamanya keluarga Goodyear hidup melarat. Karena merasa kasihan, beberapa orang petani di Woburn memberikan bantuan susu dan kentang kepada anak-anaknya, walaupun kentang itu belum tua benar. Tanpa bantuan mereka, tidaklah mustahil anak-anak Goodyear akan lebih menderita lagi.

Setelah melewati masa-masa yang suram, di musim salju pada tahun 1839 terjadi suatu peristiwa yang tidak terduga-duga. Goodyear mulai mengadakan percobaan dengan karet. Dan kali ini sebagai bahan campuran dipergunakannya belerang dan hasilnya mengagumkan sekali. Dalam bulan Februari 1839 ia memperlihatkan kepada pemilik sebuah toko di Woburn rumus karet dan belerangnya. Apa hasilnya? Pemilik toko itu hanya mentertawakan dan mengejek saja. Goodyear yang selalu tenang rupanya tak dapat menahan kesabarannya lagi karena selalu diejek. Sambil menggenggam sebungkal karet dilampiaskanlah amarahnya. Apa yang terjadi kemudian? Karet yang digenggamnya terlepas dan jatuh di atas tungku api yang amat panas.

Ketika ia membungkukkan badannya hendak mengoreknya dari tungku; karet itu tidak mencair, hanya hangus saja seperti kulit. Di sekitar tempat yang hangus itu tampak tepi bingkas berwarna kecoklat-coklatan. Zat ini memang karet juga. Tetapi sudah sedemikian rupa, hingga merupakan zat yang baru sama sekali. Inilah yang kemudian menjadi karet tahan iklim, tidak berubah sifatnya oleh panas maupun dingin.

Nah, sekarang Goodyear tahu panas dan belerang dapat merubah sifat karet. Walau begitu ia belum puas, karena belum tahu berapa lama harus dipanaskan dan berapa derajat tinggi panas itu. Dengan penuh kesabaran ia membakar karet dalam pasir panas, lalu ditaruh dalam uap panas. Kemudian digencet di antara dua batang besi panas pula.

Sementara itu hidup Goodyear sekeluarga betul-betul melarat sekali. Tiba-tiba timbul kekhawatirannya akan mati dengan demikian maka rahasia pembuatan karetnya terbawa dalam kubur. Inilah yang selalu mengganggu jiwanya. Untuk menyambung hidup mereka, terpaksa ia menjual barang-barangnya. Hari ini arlojinya dijual, besok atau lusa perabotan rumahtangganya pindah ke tangan tukang loak. Dan ketika piring makan sudah habis pula dijual, terpaksa ia membuat piring dari karet.

Dengan hati sedih ia pergi ke Boston dengan maksud meminta pertolongan kepada teman-temannya. Kasihan sekali nasibnya. Bukan pertolongan yang diterimanya, melainkan ia dijebloskan ke dalam penjara; sebab ia tak sanggup membayar rekening hotel sebesar 5 dollar. Sementara itu sudah 6 dari 12 orang anaknya meninggal dunia karena kelaparan.

Kalian tentu tahu dan dapat merasakan pula betapa pedih hati Goodyear menghadapi musibah yang amat berat itu. Namun ia tetap berkeras hati hendak mewujudkan apa yang pernah ia lakukan dengan percobaan-percobaannya.

Suatu hari ia menemukan, bahwa karet yang dipanasi oleh uap selama 4 sampai 6 jam dengan suhu 270 derajat Fahrenheit akan memberikan hasil seragam yang memuaskan. Penemuannya yang gilang-gemilang itu membuat orang lain kaya raya, tetapi tidaklah demikian bagi Goodyear. Dalam usaha dagangnya ia tidak semaju seperti dalam lapangan penemuannya. Orang-orang lainlah yang memetik hasil yang lebih besar dari penemuan itu. Memang, waktu diadakan Pameran Perdagangan Dunia di London dan Paris pada tahun 1850 ia mendapat penghargaan Silang Legium Kehormatan dari Kaisar Napoleon III, tetapi ketika ia meninggal dunia (tahun 1860) ia meninggalkan hutang sebesar dua ratus ribu dollar. Tetapi honorarium yang diperolehnya setelah ia meninggal dunia membuat keluarganya hidup bahagia. Salah seorang anaknya, Charles Yr, mewarisi bakat bapaknya yang lebih berharga. Ia berhasil membuat mesin-mesin pembuat sepatu. Dari hasil penemuannya ini ia hidup berbahagia.

Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya, perusahaan karet terbesar sedunia diberi nama Goodyear Tire & Rubber Co.


sumber : kaskus

Biografi Ronny Lukito Pembuat Merk Eiger

EIGER didirikan oleh Ronny Lukito seorang pengusaha tas yang lahir pada tanggal 15 Januari 1962 di Bandung, Ronny Lukito adalah anak ketiga dari enam bersaudara. Ia satu-satunya anak laki-laki yang lainnya adalah perempuan dalam keluarga pasangan Lukman Lukito – Kumiasih. Ronny berdarah campuran Buton, Sumatera dan Jakarta itu mempunyai orang tua yang menyambung hidup dengan cara berjualan tas. Ronny Lukito adalah seorang anak dari keluarga yang memprihatinkan . Orangtuanya bukanlah dari kaum berada. Di masa remajanya Ronny tinggal di Bandung. Dia adalah sebuah sosok pemuda yang rajin dan tekun, dia bukan seorang lulusan perguruan tinggi negeri ataupun perguruan tinggi swasta favorit, dia hanyalah seorang lulusan STM (Sekolah Teknologi Menengah).

Sebenarnya dia sangat ingin sekali melanjutkan studinya di salah satu perguruan tinggi swasta terfavorit di Bandung, namun keinginannya itu tidak menjadi kenyataan karena terbentur masalah keuangan. Semenjak bersekolah di STM Ronny terbiasa berjualan susu yang dibungkus dengan plastik kecil, diikat dengan karet dan kemudian dia jual ke rumah-rumah tetangga dengan sepeda motor miliknya. Masa remaja Ronny di Bandung dilewati dengan penuh kesederhanaan dan kerja keras yang jauh dari kehidupan serba ada. Hidup ditengah keluarga yang pas-pasan, tidak membuat Ronny menyerah pada keadaan. Orang tuanya yang memiliki toko kecil khusus menjual tas, membuat Ronny terbiasa melihat secara langsung proses produksi sebuah tas. Bahkan Ia beserta saudaranya sering terjun langsung membantu orangtuanya dalam menjalankan bisnis tersebut. Dari mulai proses packing tas, merapikan tas-tas yang di display, serta menjadi kasir ketika ada pembeli yang membayar. Pengalaman itulah yang menjadi langkah awal Ronny untuk membuka Peluang bisnis tas, mengikuti jejak kedua orang tuanya. Saat masih remaja sebenarnya Ronny tak berpikiran untuk menjadi pengusaha. Ayahnya pun tak pernah mengarahkan Ronny agar menjadi pengusaha. Namun setamat STM, ia harus berpikir realistis dalam melihat perekonomian keluarga. Ia kan memprioritaskan membantu orangtuanya jualan di toko.


Sejak tahun 1976, ketika Ronny duduk di bangku STM, toko ayahnya tersebut mulai menjual tas hasil karya sendiri. Saat itu merek tas produknya bernama Butterfly. Nama ini diambil dari merek mesin jahit buatan China yang mereka pakai. Ronny sendiri membantu membeli bahan ke toko tertentu atau mengantarkan barang dagangan ke pelanggan mereka. Malahan, sebelum berangkat sekolah, Ronny jualan susu. Setelah pulang sekolah, Ronny kerja di bengkel motor sebagai montir. Jiwa entrepreneur yang dimilikinya sejak duduk dibangku sekolah, membuat lelaki kelahiran Bandung ini mudah menyerap ilmu dari ayahnya. Tak lama setelah bekerja di toko milik sang ayah, Ia pun memulai peluang bisnis pembuatan tas sendiri. 

Tahun 1979, Ronny ingin kuliah, seperti impiannya selama ini. Namun dia melihat bahwa orangtuanya tidak sanggup membiayai dirinya kuliah.  Oleh sebab itu, dia membantu perekonomian keluarga. Ronny mulai mengembangkan bisnis tersebut. dia mulai memasukkan tasnya ke Matahari. Meski hanya mendapatkan order sedikit Ronny kembangkan usahanya terus menerus. Dengan modal kurang dari satu juta rupiah, Ronny membeli dua mesin jahit, peralatan jahit, dan sedikit bahan baku pembuatan tas. Dibantu dengan satu orang pegawai bernama Mang Uwon, Ronny memproduksi tas. sekitar tahun 83-84 Ronny berkeinginan memasukkan produk ke Matahari, saat di awal awal mengajukan sebagai pemasok itu, Ronny ditolak terus oleh bagian pembelian, baru sampai mengajukan ke 13, permohonan ronny memasukkan Produk tasnya diterima, saat itu pun, nilai tas yang dijual tidak sampai 300 ribu.

Ronny terjun sendiri ke daerah-daerah untuk mencari mitra-mitra pengecer baru guna membuka pasar baru. Ia rajin keliling daerah. Dia membuang kemalasan dan sadar bahwa masa depannya ditentukan pada momen itu. Dia berangkat ke kota-kota lain untuk mempromosikan dan membangun jaringan pemasaran. Walaupun masih dalam tahap awal memulai usaha, ia merasa tidak begitu menguasai pengetahuan dunia usaha dan pemasaran sehingga ia putuskan untuk menggunakan jasa seorang konsultan. Ronny banyak belajar secara privat mengenai pengetahuan manajemen dan juga mengambil kursus manajemen keuangan. Bila ada seminar atau kursus yang menurutnya bagus, Ronny juga berusaha untuk menghadirinya. Membaca buku-buku yang relevan untuk pengembangan diri juga terus dilakukan.

Pada tahun 1984, akhirnya Ronny membeli rumah tambahan seluas 600m2 untuk menambah ruang produksinya. 2 tahun kemudian tahun 1986 Ronny membeli tanah seluas 6000m2 untuk menambah lagi ruang produksi. Setelah menikah tahun 1986, dia merekrut marketing professional. Dengan perjuangan yang gigih dan tak mengenal lelah, dia mengetahui peluang pasar karena dia tahu persis luar dalam bisnis tas ini termasuk hal-hal di lapangan, dia tahu kendala apa saja dan lika liku di lapangan. Akhirnya cita-cita Ronny untuk menjadi pemain terbesar di dalam bisnis tas tercapai. Mulai dari Matahari, Ramayana, Gunung Agung, Gramedia, dan dept. store besar lainnya menjual produk Ronny seperti Eiger, Export atau Bodypack. Kalangan praktisi bisnis tas pasti tahu bahwa kini B&B Inc. milik Ronny merupakan salah satu perusahaan nasional terbesar. Tak berhenti di situ, sekarang perusahaan Ronny juga sudah memproduksi jenis lain seperti dompet, sarung handphone, dan berbagai jenis produk lain. Salah satu kebiasaan Ronny yang baik adalah kemauannya untuk belajar dan mengembangkan diri. Ia tak merasa malu atau gengsi untuk bertanya bila memang ia tidak tahu. Dengan cara inilah dia bisa berkembang dan sukses sampai sekarang.


Eiger pertama kali diproduksi pada tahun 1993. Nama Eiger sendiri diambil dari nama Gunung Eiger di Swiss dan dicetuskan oleh pemilik Eiger, Ronny Lukito. Eiger ditujukan untuk peralatan kegiatan outdoor, seperti mendaki gunung, kemah, panjat tebing dan aktifitas lainnya yang masih menyangkut masalah kegiatan luar. Ketekunan dan kerja kerasnya dalam menjalankan usaha, mengantarkan lelaki lulusan STM ini menjadi pengusaha sukses yang luar biasa. Terbukti bukan hanya berhasil membawa tas merek exsport hingga mancanegara, namun kini dibawah naungan B&B Inc. Ronny berhasil membawahi empat anak perusahaan besar antara lain PT. Eksonindo Multi Product Industry (EMPI), PT. Eigerindo MPI, PT. EMPI Senajaya dan CV Persada Abadi. Sederet merek tas ternekal pun, menjadi bukti nyata keberhasilan Ronny Lukito dalam menguasai pasar tas baik lokal maupun internasional. Membidik berbagai segmen pasar, Ronny pun mengembangkan sayapnya dengan memasarkan merek Eiger, Exsport, Neosack, Bodypack, Nordwand, Morphosa, World Series, Extrem, Vertic, Domus Danica serta Broklyn. Tak berhenti di situ, sekarang perusahaan Ronny juga sudah memproduksi jenis lain seperti dompet, sarung handphone, dan berbagai jenis produk lain. Salah satu kebiasaan Ronny yang baik adalah kemauannya untuk belajar dan mengembangkan diri. Ia tak merasa malu atau gengsi untuk bertanya bila memang ia tidak tahu. Dengan cara inilah dia bisa berkembang dan sukses sampai sekarang.

PT. Eksonindo Multi Product Industry milik Ronny Lukito telah berhasil membuat beberapa merk yang menguasai pasaran Indonesia dan luar negeri, seperti Libanon, Singapura, Filipina, dan Jepang. Masing-masing merk punya ciri khas dan target pasar yang berbeda. Merk tersebut diantaranya adalah: Setiap tahun, perusahaan ini memproduksi 2.500.000 tas dengan 8.000 desain yang berbeda, yang mereka harapkan akan merajai pasaran. Dengan dikeluarkannya bermacam-macam merk dengan fungsi dan nama yang lebih spesifik, diharapkan produk mereka tidak saling memakan dipasaran antara produk yang satu dengan yang lainnya. Maka tas yang dipakai untuk kegiatan naik gunung tentu akan berbeda pula. Model-model yang sedang tren di blantika mode internasional menjadi acuan perusahaan ini dalam mengeluarkan produk terbaru. Dengan dukungan para desainer jebolan dari berbagai macam universitas seperti diantaranya, ITB maupun Universitas Trisakti. Perusahaan ini setiap bulan setidaknya mampu mengeluarkan 40 model tas dan produk lainnya.

sumber : kaskus

Selasa, 12 Maret 2013

Biografi Nyonya Meneer


Nyonya Meneer, perempuan keturunan Tionghoa kelahiran Sidoarjo tahun 1895 ini terlahir sebagai Lauw Ping Nio. Nama Meneer yang disandangnya bukan karena ia adalah istri seorang meneer Belanda, melainkan berasal dari nama beras menir, yaitu sisa butir halus penumbukan padi. Saat masih berada dalam kandungan, ibunya mengidam dan memakan beras ini sehingga anak ketiga dari lima bersaudara ini kemudian diberi nama Menir. Karena pengaruh bahasa Belanda, kata menir akhirnya ditulis menjadi "Meneer".

Meneer kemudian menikah dengan seorang pria asal Surabaya bernama Ong Bian Wan. Setelah menikah, ia diboyong sang suami pindah ke Semarang, Jawa Tengah. Di awal abad-20, rakyat Indonesia berada di masa-masa yang amat memprihatinkan akibat perlakuan kejam pemerintah kolonial Belanda. Suami Nyonya Meneer pun tak luput menjadi korbannya, ia jatuh sakit dan sulit sembuh. Namun justru ketika berada di tengah keterbatasan dan keprihatinan itulah, Nyonya Meneer membuktikan bakat dan kepiawaiannya meracik jamu. Ternyata ramuan itu mujarab padahal berbagai pengobatan tidak mampu memulihkan kondisi suami tercinta.

Setelah suaminya berhasil sembuh, ia semakin bersemangat untuk mengasah dan mempraktikan ilmu dan pengetahuan meracik jamu yang merupakan warisan dari orang tuanya. Nyonya Meneer yang ringan tangan dan sangat peduli pada orang-orang di sekitarnya ini dengan senang hati meracik jamu untuk keluarga, tetangga, kerabat maupun masyarakat sekitar yang demam, sakit kepala, masuk angin dan berbagai penyakit ringan lainnya. Sebagian besar dari mereka mengaku puas setelah merasakan khasiat jamu buatan Nyonya Meneer.

Seiring berjalannya waktu, Meneer semakin percaya diri meramu rempah-rempah dan tanaman berkhasiat lainnya. Perlahan namun pasti, jamu racikannya mulai merambah ke kota-kota lain di sekitar Semarang. Semakin banyak pula permintaan yang datang padanya untuk mengantarkan sendiri jamu racikannya itu. Kesibukan Nyonya Meneer di dapur tidak memungkinkan untuk memenuhi permintaan itu. Dengan berat hati ia minta maaf dan sebagai gantinya, ia mencantumkan fotonya pada kemasan jamu buatannya. Tak ada yang keberatan, tak ada pula yang menduga bahwa di kemudian hari, jamu dengan potret seorang 
wanita ini begitu melegenda dan masih dipertahankan hingga kini sebagai simbol perusahaan.

Berbekal perabotan dapur biasa, usaha keluarga ini terus memperluas daerah penjualan. Hingga akhirnya, pada tahun 1919, demi mendukung kemampuan mengagumkan ibu empat anak ini dalam menolong orang lain dengan racikan jamunya yang berkhasiat tersebut, suami dan keluarganya mendukung pendirian sebuah usaha yang dinamai "Jamu Cap Potret Nyonya Meneer" di Semarang.

Untuk memberikan pelayanan terbaik pada pelanggannya, Meneer juga membuka toko di Jalan Pedamaran 92, Semarang. Dengan bantuan anak-anaknya, perusahaan itu terus berkembang pesat. Jamu Nyonya Meneer tercatat mulai merambah pasar Jakarta saat putrinya yang bernama Nonnie pada tahun 1940 memutuskan untuk hijrah ke Jakarta dan membuka gerai Nyonya Meneer, di Jalan Juanda, Pasar Baru, yang merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi. Jamu yang tadinya muncul dari keterbatasan dan keprihatinan ini pun masuk ke ibukota dan meluas hingga ke seluruh penjuru negeri.

Pada tahun 1967, Nyonya Meneer duduk sebagai 
Direktur Utama, meskipun secara formal perusahaan dipercayakan kepada salah satu putranya, Hans Ramana. Sedangkan tiga anak lainnya yakni Lucy Saerang, Marie Kalalo, dan Hans Pangemanan diangkat menjadi anggota dewan komisi perusahaan. Sementara itu, untuk model manajemen masih mengikuti model yang diajarkan sang pendiri yang berorientasi pada keuntungan besar. Perusahaan juga masih menggunakan sistem pengelolaan yang sederhana dan tradisional.

Memasuki dekade 1970-an, persaingan di industri jamu mulai ketat. Banyak pesaing Nyonya Meneer yang bermunculan di pasar. Pertarungan sengit antar produsen jamu dari segi harga, peluncuran jenis produk yang serupa, hingga pertarungan untuk memperebutkan pangsa pasar terlihat sangat kentara pada masa itu. Dua perusahaan yang merupakan pesaing agresif bagi jamu Cap Nyonya Meneer adalah PT Sido Muncul dan PT Air Mancur.

Oleh sebab itu, perusahaan Jamu Cap Nyonya Meneer yang awalnya hanya mengandalkan produk minuman jamu seperti temulawak, awet ayu, dan jamu habis bersalin, lambat laun mulai melakukan diversifikasi produk agar tidak tergilas roda persaingan usaha. Untuk memperkaya varian yang sudah ada, diciptakanlah beberapa jenis produk yang lain seperti minyak pijat, pengharum badan, scrubb untuk mandi, bedak wajah, param, hingga buste cream. Produk perusahaan Nyonya Meneer sebagian besar merupakan produk untuk kepentingan 
wanita. Terdapat 254 merek meliputi 120 macam produk berbentuk pil, kapsul, serbuk, dan cairan dan terbagi dalam tiga jenis, untuk perawatan tubuh, kecantikan, dan penyembuhan. Semua produk itu dipasarkan ke daerah-daerah di seluruh penjuru Tanah Air. Di tangan ibu dan anak, Nyonya Meneer dan Hans Ramana, perusahaan jamu ini berkembang pesat.

Nyonya Meneer meninggal dunia di tahun 1978, menyusul kepergian putranya Hans yang meninggal terlebih dahulu pada tahun 1976. Operasional perusahaan kemudian diteruskan oleh generasi ketiga yakni kelima cucu Nyonya Meneer. Keperkasaan dan kecemerlangan prestasi perusahaan yang mencapai usaha hampir 1 abad ini juga sempat diwarnai kisah perseteruan internal yang khas terjadi dalam sebuah perusahaan keluarga.

Konflik keluarga itu berawal di tahun 1985, saat terjadi perseteruan di antara kelima orang cucu pewaris tahta perusahaan yang belakangan berubah nama menjadi PT. Nyonya Meneer itu. Imbasnya, ratusan karyawan kurang diperhatikan. Bahkan Cosmas Batubara, 
Menteri Tenaga Kerja saat itu ikut turun tangan menjadi penengah. Konflik kedua terjadi sejak tahun 1989 hingga 1994, yang berujung pelepasan saham anggota keluarga pada 1995. Kini perusahaan murni dimiliki dan dikendalikan salah satu cucu Nyonya Meneer yaitu Charles Saerang. Sedangkan keempat orang saudaranya memilih untuk berpisah setelah menerima bagian masing-masing.

Kasus perusahaan keluarga Nyonya Meneer itu kemudian dibukukan sebagai studi kasus, versi bahasa Inggrisnya dipublikasikan Equinox dan dipergunakan sebagai studi kasus ilmu pemasaran dan manajemen di sejumlah universitas di Amerika. Buku yang berjudul "
bisnis Keluarga: Studi Kasus Nyonya Meneer, Sebagai Salah Satu Perusahaan Obat Tradisional di Indonesia yang Tersukses" (Family Business: A Case Study of Nyonya Meneer, One of Indonesia's Most Successful Traditional Medicine Companies) diluncurkan di Puri Agung, Hotel Sahid Jaya Jakarta bertepatan dengan perayaan 88 tahun berdirinya Perusahaan Nyonya Meneer.

Penerbitan buku yang menceritakan PT Nyonya Meneer dari usaha minoritas menjadi mayoritas dan konflik yang terjadi di perusahaan keluarga ini kabarnya sempat ditentang oleh keturunan Meneer karena secara jelas menceritakan strategi pemasaran produk jamu tradisional itu hingga merambah ke berbagai belahan dunia.

Pada 18 Januari 1984 didirikan Museum jamu Nyonya Meneer di Semarang yang sekaligus menjadi museum jamu pertama di Indonesia. Pendirian museum ini selain ditujukan sebagai cagar budaya, juga merupakan pusat informasi, pendidikan, promosi, serta sebagai media untuk melestarikan warisan budaya tradisional, tentang jamu yang berkhasiat dimana semua bahannya didapat dari Tanah Air.



Museum yang menempati lahan seluas 150 m² ini menyimpan berbagai koleksi benda budaya tentang jamu serta koleksi pribadi Nyonya Meneer berupa foto-foto dan sejarah cara pembuatan jamu dengan menggunakan alat-alat tradisional, seperti lumpang dan alu, pepesan, cuwo, panel dan bothekan yakni tempat menyimpan resep asli ramuan jamu. Pengunjung juga dapat menyaksikan pemutaran slide tentang tata cara proses pembuatan jamu serta dapat mencoba Jamu Nyonya Meneer. Untuk mengunjungi museum yang dibagi menjadi dua bagian ini, pengunjung tidak dipungut biaya.


Kini, PT. Nyonya Meneer telah dianggap sebagai ikon industri nasional jamu dan kosmetik tradisional terbesar dan tertua di Tanah Air. Pemasaran pun mulai dilakukan secara modern disesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan mendirikan Meneer Cafe di Jalan Hasanuddin, Solo, yang saat ini sudah mulai bertebaran di beberapa pusat perbelanjaan. Perusahaan tersebut juga telah melebarkan sayapnya ke pasar internasional dengan berusaha memenuhi permintaan ekspor ke sejumlah negara. Pada tahun 2006, PT Nyonya Meneer berhasil memperluas pemasaran ke Taiwan sebagai bagian ekspansi perusahaan ke pasar luar negeri setelah sebelumnya berhasil memasuki Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Australia, Belanda, Arab Saudi dan Amerika Serikat.

sumber : kakus